7 PANDANGAN YANG SALAH TENTANG LAWYER

Bagi kebanyakan orang yang bukan berprofesi seorang lawyer, sering kali memandang lawyer hanya kulit-kulitnya saja. Ok, gue gak sedang membahas tentang pandangan miring seseorang yang selalu nyinyir ketika melihat profesi yang gue cintai ini. Hanya saja ada beberapa pandangan yang menurut gue harus diluruskan, sehingga tidak ada kesalapahaman antara lawyer masyarakat umumnya.

1.  LAWYER ADALAH PARA MILYADER
Gue sih kalo dibilang jadi milyader tinggal gue aminin aja, mudah-mudahan terkabul. Tapi sayangnya tidak semua lawyer itu milyader. Iya kalo lo ngebandinginnya dengan lawyer-lawyer senior yang wara-wiri di televisi. Mestinya lo harus melihat ke bawah, sebab mereka hanya segelintir dari ribuan lawyer yang ada di negeri ini. Masih banyak lawyer yang hidupnya pas-pas an dengan penghasilan apa adanya. Jadi tak selamanya lawyer itu bergelimang harta.
2.  LAWYER SEBAGAI MESIN PENGERUK DUIT
Hampir mirip dengan poin nomor satu. Karena orang kebanyakan melihat lawyer sebagai sosok yang bergelimang harta, maka muncul anggapan bahwa lawyer seperti mesin pengeruk duit. Memang secara kasat mata, seseorang hanya menyediakan sejumlah uang jika menggunakan jasa seorang lawyer. Padahal tidak selalu begitu. Ingat masih ada lawyer-lawyer yang memberikan bantuan hukum secara prodeo dan probono alias gratis.
 
3.  DI MATA KLIEN, LAWYER ITU SEPERTI BODYGUARD
Sadar gak sadar, terima gak terima, namun sering kali klien yang kita dampingin kadang memperlakukan kita layaknya seorang bodyguard. Makanya sering kita temui, seseorang mencoba mengancam orang lain dengan menyebutkan, “Saya akan kirimkan lawyer saya untuk memaksa anda.”
Padahal lawyer lebih cocok disebut sebagai penasihat, karena dalam peraturan perundang-undangan pun, lawyer di sebut sebagai Penasihat Hukum bukan bodyguard hukum. Nah, tau dong apa bedanya bodyguard dengan penasihat.
4.  LAWYER ITU TUKANG DEBAT
Mungkin seorang lawyer suka berargumen, karena sering kali kita sebagai lawyer paling benci dengan orang yang berbicara sembarangan tanpa dasar fakta yang jelas. Jadi sah-sah saja kalau kita mencoba untuk meminta dasar. Namun tentu saja, sifat yang demikian buka saja hanya dimonopoli oleh orang-orang yang berprofesi sebagai lawyer. Semua orang tentu bisa saja bersikap demikian, jika memang dasar orang tersebut punya sifat keras kepala, ya mau gimana lagi. Gue sendiri punya teman yang basic pendidikannya ekonomi dan tidak bekerja di bidang hukum, namun segala sesuatunya diperdebatkan dan tidak pernah mengalah. So,, kesimpulannya tukang debat itu bisa siapa saja.
5.  LAWYER ITU SUKA BICARA TANPA DASAR
Siapa pun bisa berbicara tanpa dasar. Tapi pada prinsipnya seorang lawyer profesional harus berbicara berdasarkan hukum dan fakta. Sebab apa yang dibicarakan oleh seorang lawyer dalam menjalankan profesinya, adalah mewakili kepentingan hukum orang yang dibelanya (klien). Dan memang harus disadari, bahwa sering kali si klien tidak jujur pada lawyernya sehingga si lawyer di anggap berbohong.
6.  LAWYER ITU ORANG YANG SUKA NONGKRONG DI PENGADILAN
Memang bagi sebagian lawyer, pengadilan adalah ladang pencahariannya. Tapi ingat hanya sebahagian, tidak semuanya. Mereka yang berada di pengadilan itu adalah lawyer-lawyer litigasi, yang memang kerjaannya bersidang. Tapi di samping itu ada juga lawyer yang berada di balik meja, seperti lawyer-lawyer coorporate. Meskipun tidak bersidang, mereka tetap lawyer.
 7.  LAWYER ITU SEPERTI PAHLAWAN
Yang biasa memberikan pandangan seperti ini adalah orang-orang yang pernah dibantu oleh seorang lawyer untuk memenangkan perkaranya. Tapi selain orang-orang itu, tentu saja orang terdekat si lawyer juga memilik pandangan yang sama. Contohnya, emak gue, bapak gue dan sodara-sodara gue, apalagi si lawyer suka memberikan THR saat hari raya…
Tapi ingatlah, siapa pun bisa menjadi pahlawan selama lo melakukan kebaikan kepada orang lain, apa pun itu profesinya. Jika lawyer ada yang dianggap pahlawan, maka guru, dokter, polisi, tentara dan profesi lainnya juga demikian.
Mungkin itu beberapa pandangan yang salah yang sering dialamat kan kepada seorang lawyer. Sebenarnya masih banyak pandangan-pandangan lainnya. Namun secara garis besar dan yang gue alami sendiri ya seperti yang gue jabarkan di atas.
Jadi saran gue bagi para pembaca, pandang lah segala sesuatu itu dengan objektif dan sesuai proporsinya. Dan biasakan selalu berpikiran positif, apalagi belum mengerti duduk perkaranya.

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. and mandarin into our home. One easy way to integrate language and culture is with a simple “language and culture basket” placed in a play space. We have had great fun learning about Irish culture and Mexican

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *