MENGENAL JENIS PENAFSIRAN HUKUM (INTERPRETATIE)


Ada beberapa penafsiran (interpretatie) yang dapat digunakan untuk menafsirkan suatu peraturan perundang-undangan. Penafsiran ini sangat penting untuk diketahui oleh para penegak hukum, seperti hakim, jaksa, polisi ataupun advokat, karena akan sangat berguna dalam menangani suatu perkara.
Menurut Profesor Mr. D. Simons, sebagaimana yang dikutip dari bukunya P.A.F. Lamintang, syarat pokok untuk melakukan penafsiran terhadap suatu undang-undang adalah bahwa undang-undang itu harus ditafsirkan berdasarkan undang-undang itu sendiri. Dia menguraikan bahwa untuk menafsirkan undang-undang itu, sekali-kali tidak boleh orang mencari bahan-bahan penafsiran di luar undang-undang[1].
Sungguhpun demikian kita tidak boleh mengabaikan kenyataan, bahwa meskipun undang-undang itu telah dibentuk dengan mempergunakan kata-kata dan istilah-istilah yang tegas, akan tetapi masih ada kemungkinan untuk memberikan berbagai penafsiran, bahkan dapat pula menimbulkan keragu-raguan[2].
Adapun penafsiran-penafsiran yang dikenal dalam hukum, adalah sebagai berikut[3]:
  1. Gramaticale Interpretatie
Cara penafsiran semacam ini adalah didasarkan pada arti kata-kata yang menurut tata bahasa sehari-hari atau bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari.
  1. Logische Interpretatie
Dalam hal ini diselidiki maksud undang-undang itu sendiri dengan mencari hubungan antara undang-undang itu dengan undang-undang yang lain selama undang-undang tersebut masih terdapat sangkut-pautnya.
  1. Systematische Interpretatie
Cara penafsiran ini adalah dengan mencari hubungan antara sebagian dari sesuatu undang-undang dengan undang-undang itu sendiri.
  1. Historische Interpretatie
Cara penafsiran ini adalah dengan meninjau kembali sejarah pembentukan sesuatu undang-undang. Dalam hal ini orang berusaha untuk mengetahui maksud yang sebenarnya dari pembentuk undang-undang mengenai arti kata sesuatu perkataan dengan meninjau bahan-bahan yang ada hubungannya dengan pembentukan undang-undang tersebut.
  1. Analogische Interpretatie
Cara penafsiran ini adalah apabila terdapat sesuatu yang diatur dengan tegas oleh sesuatu undang-undang dan kemudian terdapat juga lain hal yang tidak diatur dengan tegas oleh undang-undang, sedang hal lain ini mempunyai dasar dan sifat yang sama dengan hal yang telah diatur dengan tegas oleh undang-undang tersebut, maka undang-undang yang telah mengatur sesuatu hal secara tegas itu, dipergunakan untuk menafsirkan hal yang tidak diatur dengan tegas oleh undang-undang.
  1. Redenering A Contrario
Cara penafsiran ini adalah kebalikan dari cara penafsiran secara analogis, karena dengan “redenering a-contrario” ini, orang justru mempersempit lapangan undang-undang.
  1. Extensieve atau Uitbreidende Interpretatie
Cara penafsiran semacam ini pada hakekatnya adalah sama dengan penafsiran secara analogis, dalam arti bahwa kedua-duanya memperluas lapangan hukum.
  1. Restrictieve Interpretatie
Cara penafsiran ini adalah justru merupakan kebalikan daripada “Extensieve atau Uitbreidende Interpretatie”, yaitu mempunyai sifat mempersempit lapangan undang-undang.
  1. Teleologische Interpretatie
Cara penafsiran ini adalah dengan mencari maksud atau tujuan dari undang-undang itu sendiri. Sebagian orang mungkin berpendapat, bahwa untuk menyelidiki maksud atau tujuan undang-undang itu adalah sangat mudah, akan tetapi dalam hal ini perlu diingat, bahwa sedikit saja kita memperluas ketentuan undang-undang, di dalam kenyataannya orang mudah menjurus kepada analogi.


[1]P.A.F. Lamintang,S.H. dan C. Djisman Samosir, S.H., Delik-delik Khusus Kejahatan yang ditujukan terhadap hak milik dan lain-lain hak yang timbul dari hak milik, Bandung: TARSITO Bandung, hal.2
[2]P.A.F. Lamintang,S.H. dan C. Djisman Samosir, S.H., ibid
[3]P.A.F. Lamintang,S.H. dan C. Djisman Samosir, S.H., op.cit. hal. 3-11

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *