BERLOMBA UNTUK LULUS UJIAN PROFESI ADVOKAT

Sumber: Di Sini

Sumber: Di Sini

Beberapa hari ini gue diminta tolong ama beberapa junior gue di kantor untuk mentoring mereka menghadapi ujian profesi advokat. Memang mereka bakal ikut ujian profesi advokat tanggal 24 Oktober 2015 nanti. Ya meskioun masih sering terdengar celetukan, “emang yakin ntar ujian lo itu sah dan diakui?” Bodo amat dah, kenapa harus calon advokat yang jadi korban..?? #galaumaungutuksiapa

Ok.. gue gak mau terlalu dilema sama keegoisan senior-senior gue yang bikin PERADI jadi pecah kayak potongan puzzle yang gak tau bagaimana cara menyatukannya. Kembali lagi pada persiapan junior-junior gue yang sedang dag dig dug der menghadapi ujian yang satu ini.
Gue sih senang-senang aja jika diminta menjadi mentor mereka (efek cita-cita jadi dosen yang gak kesampaian), dan jadi lah gue beberapa hari ini membantu mereka latihan soal dan membantu latihan penyusunan surat gugatan dan surat kuasa.
Melihat antusias mereka menghadapi ujian ini, gue jadi terkenang masa-masa waktu gue persiapan mengikuti ujian profesi advokat sekitar 3 tahun yang lalu. Udah lama juga sih, dan sekarang kebetulan gue udah sah jadi advokat #pamerdikit.
Memang setiap orang punya metode belajar masing-masing, tapi kalo gue pribadi, gue persiapan dari belajar teori dulu baru ke latihan soal. Dan gue sih selalu menyarankan itu kepada junior-junior yang gue bantu buat persiapan ujian. Tapi gue gak pernah memaksa mereka untuk ngikutin itu, seperti kata gue di awal, setiap orang punya metode sendiri.
Pertanyaan yang sering ditanyakan para calon advokat biasanya sangat umum, “susah gak soh bang ujian advokat itu?”
Gue akui, pertanyaan tersebut agak sulit buat gue jawab. Jika gue jawab gampang, nyatanya banyak juga yang gak lulus. Tapi kalo gue jawab sulit, nyatanya gue lulus pada ujian pertama. Ntar gue dibilang sok pintar lagi.
Makanya untuk menghadapi pertanyaan tersebut, jawaban gue lebih sering cari aman aja. “Bukan masalah sulit atau gampang, selama lo udah siap untuk ujian yakin lah lo pasti lulus.”
Keren kan kata-kata gue…
Seberapa penting kah ujian profesi advokat itu? Ya penting banget lah. Karena ujian adalah salah satu bentuk penilaian kelayakan seseorang, apalagi terhadap suatu profesi. Meskipun kadang banyak lawyer bilang, kan ujian advokat itu hanya buat mereka yang ingin mendapatkan kartu lisensi dan berita acara sunpah buat bersidang di pengadilan, kalo gak bersidang ya buat apa?”
Kalau bagi gue sendiri, gue gak sepakat dengan kata-kata tersebut. Ibarat lo bisa ngobatin orang tapi gak punya lisensi dokter ya tetap aja gak boleh mengobati orang. Begitu juga dengan advokat, bukan kah di undang-undang advokat disebutkan bahwa advokat itu adalah orang yang memberikan jasa hukum baik di dalam maupun di luar pengadilan. Jadi meskipun lo gak pernah sidang, lo tetap harus mengantongi lisensi advokat.
Makanya banyak orang berlomba-lomba untuk lulus ujian profesi advokat. Bahkan ada orang berani bayar puluhan juta untuk mengikuti program bimbingan belajar untuk menghadapi ujian profesi advokat.
Buat kawan-kawan yang gak mampu buat bayar biaya bimbingan belajar, santai aja. Kebanyakan yang lulus juga dengan belajar sendiri. Intinya selama lo sudah mempersiapkan diri secara matang dan berserah kepada Tuhan, gak ada alasan buat lo gak lulus.

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *