PALESTINA, SURIAH, MESIR DAN PARIS

stop war
Sumber Foto:Di Sini
Hebohnya berita tentang pembantaian yang terjadi di kota Paris meninggalkan luka mendalam bagi siapa pun yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Berbagai dukungan dan solidaritas muncul dari berbagai belahan bumi. Hingga di media sosial juga tidak ketinggalan, hastag #prayforparis menjadi tranding topic. Belum lagi muncul dukungan berupa mengubah foto profil facebook dengan latar bendera Prancis.

 
Gue pribadi cukup terkejut dengan tragedi tersebut. Kejadian yang cukup memilukan tentunya. Mungkin Paris akan mengenang ini sebagai Tragedi Friday 13rd paling berdarah dalam sejarah negara Prancis.
 
Namun sayang nya, di timeline sosmed gue bertaburan pula orang-orang yang nyinyir terkait upaya dari orang-orang yang mencoba mengubah foto profilnya dengan latar bendera Prancis. Tak jarang ada yang berkomentar, bahwa mereka hanyalah orang-orang yang latah dan mengerti apa yang terjadi. Dan ada pula yang membandingkannya dengan kejadian di Palestina, Suriah, Mesir dan negara-negara lagi.
 
Gue gak habis pikir, kenapa orang-orang seperti itu masih bisa nyinyir di tengah tragedi seperti ini. Kalau gue sendiri mah, kalau mau nyinyir bisa lebih kejam lagi. Gue bisa bilang ke mereka, “ngapain lo ngurusin korban-korban di negara lain, liat noh orang-orang kelaparan di Indonesia, masyarakat yang hidup di daerah konflik di Papua sana, ada gak lo peduliin.”
 
Tapi intinya bukan itu, sudah sepantasnya rasa kemanusiaan itu menerobos batas suku, agama, ras dan golongan. Jika rasa kepedulian lo masih menilik pada kesamaan suku, agama, ras dan golongan, jangan bilang lo adalah orang yang peduli. Gue lebih suka bilang lo sebagai orang munafik.
 
Mengenai tragedi kemanusiaan lain yang berada di negara-negara seperti Palestina, Suriah, Mesir, Myanmar, Irak, Afganistan, semuanya adalah sama. Korbannya selalu masyarakat sipil yang tidak mengerti apa itu politik. Ingat, bahwa semua konflik itu, bukan konflik agama, hanya saja dengan liciknya dibungkus dengan embel-embel agama.
 
Jadi marilah bijak. Tak perlu nyinyir, biarkan orang menaruh kepeduliannya kepada siapa pun dan dengan cara apa pun. Bila kita tidak setuju, kita gak punya otoritas mengarahkan seseorang untuk setuju pada satu hal dan tidak setuju dengan hal yang lain.
 
Berhentilah membanding-bandingkan tragedi, dimanapun itu, tragedi tetaplah tragedi dan mari kita kutuk bersama-sama dan mendoakan para korban-korbannya. Korban perang di Palestina, Suriah, Mesir dan daerah konflik lainnya tak akan selamat hanya dengan kita nyinyir. Jika tidak bisa membantu secara langsung, cukup pergi ke tempat sepi dan panjatkan doa bagi mereka. Itu saja.

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *