BALADA NEGERI BEBEK NUNGGING

Sumber: Di Sini

Sumber: Di Sini

Sebagai pemuda yang lahir masih pada jaman nya opa Soeharto jadi presiden, tentu gue masih ingat lah sedikit-sedikit tentang peninggalan rezim yang aduhai tersebut. Gue masih teringat waktu duduk di bangku sekolah dasar, memasuki kelas tiga atau kelas empat, gue dan teman-teman satu kelas diwajibkan memiliki buku kecil butir-butir Pancasila. Tak hanya memiliki, namun harus menghafalnya sampai khatam, jika tidak siap-siap menerima trademark di betis berbentuk sapu lidi atau penggaris kayu.

Gue masih bisa ngebayangin wajah guru gue waktu menjelaskan apa itu yang disebut dengan P4 atau bahasa kerennya Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila. Nah ditopik ini lah gue harus bisa menjelaskan butir-butir Pancasila sampai khatam. Bahkan konon katanya Presiden Soeharto pernah membuat statetment yang mengatakan, “Melawan Pancasila, berarti melawan Presiden Soeharto”. Itu lah yang bisa gue kenang dari orde yang satu ini, dan menurut gue Pendidikan P4 ini ada baiknya juga, karena bagaimana pun Pancasila adalah landasan negara Republik Indonesia.

Begitu opa Soeharto lengser, reformasi datang berbondong-bondong. Buku butir-butir Pancasila hampir menghilang dari peredaran. Pendidikan P4 tak lagi wajib bagi siswa sekolah dan calon Pegawai Negeri Sipil. Konon katanya, rezim reformasi hendak menghilangkan segala bentuk peninggalan Orde Baru yang banyak menorehkan luka bagi Bangsa Indonesia. Padahal menurut gue, seburuk apa pun orde baru, tentu warisan yang baik layak untuk dipertahankan.

Jadi melawan Pancasila pada masa orde baru jelas adalah tindakan subversif yang ganjarannya adalah pidana penjara. Tak ada yang berani membuat lelucon dengan simbol negara tersebut, karena konsekuensi sama dengan penghianat negara.

Dan akhir-akhir ini, media sosial dan infotaiment rame memperbincangkan kelakuan Neng Zaskia Gotik, yang mencoba membuat lelucon dengan Pancasila. Kalo tidak salah, si Eneng sempat melontarkan joke yang mengatakan bahwa lambang negara Indonesia adalah Bebek Nungging. Kecaman berbagai kecaman bertubi-tubi menghapiri Zaskia Gotik.

Gue pribadi berpendapat bahwa apa yang dilakukan oleh Zaskia memang sangat tidak layak dan pantas, meskipun demikian gue tak sependapat juga jika Zaskia dibully habis-habis seperti itu. Negara kita punya aturan hukum yang jelas. Kita memiliki Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara Serta Lagu Kebangsaan. Jika ada pelanggaran, maka selesaikan berdasarkan norma yang ada. Bentuk-bentuk pengadilan jalanan seperti itu kurang berkenan di hati gue.

Meskipun demikian, gue tidak membenarkan perbuatan si Eneng tersebut. Namun lucu nya lagi, beberapa hari Zaskia Gotik malah dipilih sebagai Duta Pancasila oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Wah sakit nih orang-orang. Gimana ceritanya, seseorang yang telah menghina pancasila dipilih menjadi duta Pancasila.

Gue masih kebayang betapa perihnya sabetan lidi atau penggaris oleh guru karena tidak hafal Pancasila. Betapa waktu itu kita dituntut untuk memahami dan mengamalkan pancasila secara ketat, dan sekarang ada orang yang mencoba bercanda dengannya, malah dipilih sebagai duta Pancasila. Gue bingung dengan negara ini.

Tapi ya sudahlah ya. Bukankah kita sebagai masyarakat juga tidak merasa terwakili oleh anggota DPR/MPR tersebut. Terserah mereka mau bilang apa, bagi gue Pancasila adalah rumah kita, seperti kata lagunya Om Franky Sahilatua.

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

10 Respon

  1. hidup berkata:

    apapun tingkah manusia terhadap negara, saya tidak peduli gan, yang pasti jika saya disuruh memilih indonesia adalah pilihan saya šŸ™‚

  2. Slamsr berkata:

    sepertinya kita seumuran bro, masih jaman buku p4
    alumni unnes kah?

  3. Tatang Tox berkata:

    Gak nyombong nih, Bang. Dulu saya apal luar kepala loh yang namanay 45 butir Sila-sila dari Pancasila. Trus pas SMP sempet ikutan cepat tepat P4, dan harus mengakui kekalahan di tingkat propinsi. :'(

    Jujur saja, saya lebih setuju jika Pendidikan Moral Pancasila masih dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Rasanya aneh, kok akhir-akhir ini kita malah alergi sama yang namanya Pancasila ? Padahal bukankah Pancasila itu justru merupakan jati diri bangsa? Alergi sama Pancasila berarti alergi sama jati diri bangsa? Berarti yang alergi bukan orang Indonesia kali ya? Hahaha… šŸ˜†

  4. DollyPR berkata:

    Penunjukan Zaskia sebagai Duta Pancasila memang lelucon tingkat dewa. Penghapusan materi P4 sebenarnya hanya karena dendam kepada Orde Baru. Tetapi dampaknya ada generasi yang kehilangan jati diri bangsa.

  5. Gio | Disgiovery berkata:

    Butir-butir Pancasila
    GBHN
    Repelita

    *hahaha jangan2 kita seangkatan nih bang!*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *