ADVOKAT..? I LIKE THIS JOB

Sumber: Di Sini

Sumber: Di Sini

Cek in path jam 1 malam di kantor, atau di kantor polisi untuk mendampingi klien, adalah pemandangan yang lazim di timeline path gue. Bahkan mungkin ada yang sampai ketemu pagi, masih aja berkutik di kantor.

Mungkin sebagian orang mereka itu dianggap sebagai workaholic, tapi ada juga yang menganggap itu terlalu freak. Ayolah, jam segini masih di kantor? Itu kerja atau dikerjain?

Tapi itu lah pekerjaan. Gue rasa sebenarnya gak cuma lawyer yang bisa bekerja dari pagi sampai ketemu pagi lagi. Dokter, polisi, bankir dll, mungkin sering mengalami hal tersebut.

Gue sendiri pernah harus mendampingi klien dalam melakukan rekronstruksi kasus dari jam 10 pagi hingga jam 3 pagi. Belum lagi sekarang, gue biasanya jam 6.40 sudah berada di kantor, dan nanti jam 7 atau jam 8 malam baru kembali dari kantor. Itu keseharian gue.

Terkadang banyak yang bertanya, “lo gak capek?” Ya capek lah, namanya juga orang kerja. Namun banyak orang capek lantas membenci pekerjaannya. Seringkan lo liat di sosial media keluhan banyak orang baik berbentuk status maupun meme, yang begitu benci nya ketika hari senin telah tiba.

Gue rasa itu tidak fair, kenapa kita begitu senang ketika weekend dan tanggal gajian tiba, sementara ketika waktu untuk masuk kerja kita mengeluh. Gue gak tau dan gak mau tau juga apa motivasi mereka.

Nah kembali ke pertanyaan teman gue. Mereka selalu kepo, tentang jam kerja gue, gaji gue, cuti gue, klien-klien gue dan resiko pekerjaan gue. Memang gak gue pungkiri, jika berfikir dari sudut pandang orang yang pengen hidup slow dan nyaman adem, tentu pekerjaan advokat atau lawyer bukan lah pilihan yang bijak.

Setiap pekerjaan punya resiko, begitu juga dengan advokat. Khususnya advokat litigasi seperti gue, setiap harinya harus berhadapan dengan dua pihak yang saling bersengketa. Sehingga tak jarang pihak seberang turut membenci kita pula, meskipun kita hanya kuasa hukum. (Baca: Hampir Dikeroyok).

Gue juga bingung kenapa gue masih setia melakukan pekerjaan gue, meskipun gue harus kerja dari pagi sampai malam melebihi jam kerja 8 jam. Atau harus dicaci maki, diancam atau mungkin di benci. Gue gak tahu harus menjelaskannya bagaimana, yang gue tahu ini adalah pilihan gue, dan gue harus jalani dengan baik. (Baca: Membuat Sebuah Pilihan)

Namun yang paling mendasar buat gue, kenapa gue masih enjoy aja dengan pekerjaan ini adalah karena gue mencintai pekerjaan ini. Gaya gue ada di sini, dan cita-cita gue adalah profesi ini, sehingga gue bisa bertahan menjalaninya. Makanya saran gue bagi para freshgraduate, sebelum lo melangkah, tentukan pilihan loe, cari tahu apa kesukaan lo dan dimana gaya lo.

Jangan pernah bekerja karena melihat orang lain. Atau ikut keinginan orang tua. Yang ada lo bakal sangat tersiksa melakukan suatu pekerjaan yang gak lo cintai. Pada akhirnya saban hari lo hanya mengeluh dan mengeluh. Pikir matang-matang. Sehingga nanti kalo di tanya, lo bisa menjawab, “Yes, I like This Job.”

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Rico Sinaga berkata:

    Dulu sebelum memilih major lain, kluarga kekeuh dukung jd advokat, tp gak asa passion disitu. Haha lalu skarang malah mulai tertarik dan emang berkelas banget… hoho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *