PARA POLITISI KITA DALAM UCAPAN

Sumber: Di Sini

Sumber: Di Sini

Meskipun orang yang mendalami ilmu hukum yang merupakan salah satu cabang ilmu sosial, namun pada dasarnya saya kurang tertarik untuk terjun ke dalam dunia politik praktis. Sewaktu kuliah dulu, beberapa tahun memang saya sempat terlibat dalam politik kampus dan organisasi kemahasiswaan ektra kampus yang sedikit banyak menjadi ladang pembelajaran ilmu politik.

Namun pada saat itu, gue menyadari bahwa hidup gue gak cocok di sana. Politik rasanya bukan gaya gue. Karena gue lihat, politik yang ada saat ini, khususnya di Indonesia belum cukup dewasa. Sebahagian besar politisi kita belum mampu mempraktekkan pendidikan politik yang layak dan elegan.

Coba lihat, akhir-akhir ini. Para politisi sibuk saling serang sana-sini demi sesuatu hal yang mungkin menguntungkan bagi dirinya atau kelompoknya. Belum lagi para pendukung calon presiden yang belum bisa move on dari Pemilu yang telah selesai satu tahun lalu.

Dan satu hal yang paling membuat gue dongkol dari sikap para politisi kita adalah sikapnya yang sesumbar. Ingat bagaimana dulu Ruhut Sitompul dengan berapi-api mengatakan, “saya siap dirajam kalau Edi Baskoro terlibat korupsi hambalang.” Kemudian, “saya siap dirajam jika.. bla..bla..bla..”

Anas Urbaningrum juga pernah berucap, “saya siap digantung di monas jika terbukti korupsi hambalang.”

Itu baru satu politisi, ingat Ahmad Dhani, yang pernah sesumbar mengatakan, “Saya akan potong kemaluan saya jika Jokowi terpilih jadi presiden.”

Akhir-akhir ini, politisi Gerindra, Habiburokhman juga sesumbar, “Saya akan lompat dari monas jika ktp dukungan untuk Ahok terpenuhi”. Dan pagi ini gue baca berita, Haji Lulung kembali berkicau, “iris kuping saya jika Ahok menggugat BPK”.

HADOHH… Begitulah kelakuan para politisi kita. Gue memang pernah melakukan hal-hal seperti itu, tapi seingat gue itu ketika gue masih duduk di bangku sekolah dasar. Seharusnya mereka sadar bahwa mereka adalah figur publik yang segala tingkah lakunya dipantau oleh masyarakat.

Masyarakat kita sudah pandai dan bijak kawan. Padahal dari sekian banyak ucapan mereka di atas, pada akhirnya mereka tidak konsisten. Anas Urbaningrum tidak pernah digantung di monas, Ahmad Dhani juga rasanya masih punya kemaluan hingga saat ini, begitu juga dengan Habiburokhman, masih belum ada tanda-tanda akan melompat dari monas.

Kita masyarakat tidak kurang kerjaan pula untuk menagih janji gila mereka. Kita sadar bahwa kita akan lebih bodoh jika menanggapi serius ucapan mereka.

Gue pernah membaca sebuah artikel, dan gue belum tahu tentang kebenarannya, namun gue tertarik dengan isi percakapan seorang Calon Presiden Amerika Serikat Mitt Romney dengan salah seorang pendukungnya.

Dalam tulisan itu disebutkan, bahwa salah seorang pendukung Romney menghina Calon Presiden Obama. Namun yang mengejutkan, Romney berkata, “Jangan menyebut demikian, Obama juga salah satu putra terbaik Amerika Serikat.”

Terlepas benar atau tidaknya percakapan itu, namun gue membayangkan alangkah elegannya sikap politisi yang demikian. Jika para politisi kita sudah mampu bersikap elegan dan berwibawa seperti itu, maka tujuan politik yang sesungguhnya akan tercapai, yaitu untuk kesejahteraan publik.

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *