UKURAN KEMENANGAN

Sumber Gambar: https://bitconnect.co

Sebagai seorang lawyer, gue seringkali diminta untuk “menggaransi” keberhasilan suatu perkara yang dikuasakan ke gue. Padahal sudah berulang-ulang gue sampaikan, sebagai seorang lawyer, kita haram hukumnya untuk menjanjikan kemenangan bagi klien (Baca: Lawyer Yang Menjanjikan Kemenangan)

Terkadang itulah dilema yang dihadapi oleh lawyer pada umumnya. Seperti memakan buah simalakama, tidak menjanjikan, klien akan mencari lawyer lain, tapi disatu sisi memang benar-benar dilarang oleh Undang-undang dan kode etik.

Dan perlu diingat pula, bahwa ukuran kemenangan yang dimaksud juga tidak ada standarnya. Contohnya, klien melakukan tindak pidana, lalu didampingi oleh lawyer dengan mengajukan pembelaan untuk meminta keringanan. Kemudian dikabulkan oleh hakim, dari sisi lawyer jelas itu sebuah kemenangan, namun bagi klien itu sama saja kekalahan. Karena ekspektasi mereka adalah bebas, padahal nyata-nyata telah terbukti melakukan.

Di sini lah kadang lawyer bingung mengambil sikap. Andaikan klien bisa memahami sejauh mana kemenangan yang dapat kita upayakan, dan hal-hal mana yang bisa ditempuh oleh seorang lawyer, dan mana yang tidak.

Jelas ini lah salah satu tantangannya.

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. kekitaan berkata:

    Salam Bang Bro

    Hahaha, semangat Bang Bro.
    Udah jadi kewajiban juga kasih kepercayaan diri sama klien untuk jalani proses hukumnya.

    Mauliate
    Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *