TRIP PAHAWANG: INDONESIA SELALU PUNYA KEINDAHAN UNTUK DICERITAKAN

Pahawang

Karena tidak merayakan lebaran, gue bingung juga harus menghabiskan libur panjang di mana. Mau di Jakarta aja? Ya elah, Indonesia luas kali, masa gak mau jalan dikit untuk berkenalan dengan sudut-sudut negeri ini. Duit sih pas-pasan, jadi perginya gak boleh jauh-jauh. hahaha

Sambil merenung, mata tertuju ke alat pancing yang diam menyendiri di sudut kamar. Wah.. lama juga gak mancing, oke, gue putuskan liburan kali ini, gue harus mancing. Tapi kemana ya enaknya? Masa di danau sunter. Ahirnya gue ngajak teman untuk mancing di Pulau Seribu.

Skip..skip.. kawan gue bersedia, hingga hari itu pun tiba. Malam-malam saat mata menjelang kantuk, si kawan pun mengirimkan pesan lewat WA. “Kita mancingnya di Pahawang aja yok.” Tanpa mikir panjang gue jawab, “OKE”. Secara gue belum pernah ke Pahawang. Katanya sih keren. Gue penasaran, walaupun sebenarnya gue gak bisa renang. hahahaha (Tapi kan niat awal gue mau mancing, bukan mau snorkeling).

Trip yang gue ikutin memang open trip, namun kenyataannya pesertanya adalah gue, teman gue dan temannya teman gue.

H+1 lebaran, gue bersama teman-teman yang sebelumnya masih belum saling kenal, berangkat menuju Merak, menggunakan kereta ekonomi AC dari Stasiun Duri. Ternyata penumpang padat banget, sampai rebutan tempat duduk, bahkan ada yang pingsan. (Mengingatkan gue jaman dahulu kala waktu masih mahasiswa)

Lumayan juga perjalanannya, hampir 5 jam hingga tiba di stasiun Merak. Gillaaa… ini mah hampir sama dengan perjalanan Jakarta-Semarang. Tapi oke lah, ini adalah petualangan. Semakin menderita semakin berkesam.. #preett

Menjelang magrib kami tiba di stasiun Merak. Ternyata pelabuhan Merak masih sepi, mungkin pemudik masih pada lebaran kali ya. Lama juga menunggu, karena kami baru menyebarang jam 10 malam nanti, artinya ada 4 jam waktu menunggu kami. Tapi tak apalah, lagi-lagi ini adalah petualangan. hahahaha

Skip….. akhirnya kami menyebarang menuju pelabuhan Bakauheuni Lampung. Angin bertiup lumayan kencang, dan hujan mengguyur kami di tengah-tengah selat Sunda yang gelap gulita sambil menikmati indomie rebus yang tiada duanya. Untuknya fasilitas di dalam kapal lumayan oke. 3 jam tak terasa kami tiba di Bakauheuni di bawah guyuran hujan deras.

Jam 3 pagi, kami berangkat menuju pelabuhan Ketapang, pelabuhan penyeberangan menuju gugusan kepulauan Pahawang. Hampir 3 jam perjalanan dari Bakauheuni menuju ketapang. Tak sedetik pun mata ini terpejam membayangkan petualangan apa gerangan yang akan aku hadapi di sana #padahalkarenaduduknyagaknyamanaja.

Adzan subuh berkumandang saat kami tiba di pelabuhan kecil Ketapang. Sejenak kami beristirahat sambil bersih-bersih dan sarapan. Angin laut berhembus cukup sejuk. Kapal-kapal masih bersandar menunggu kapten kapal yang masih tertidur lelap, namun kami ramai berceloteh tak ada lelahnya. hahahah

 Hari menjadi terang, birunya lautan telah di depan mata. Angin bertiup sepoi-sepoi. Alat-alat snorkel dan alat pancing tersandang di punggung. Kapal berangkat kapten…

Ada beberapa pulau yang menjadi spot pemberhentian kami. Dan tentunya spot-spot tersebut adalah tempat untuk ber snorkeling. Yahhh… oke dah, gak apa-apa, gue ada pancingan. Biarkan mereka nyebur di dalam air,

Satu kata buat Pahawang, WOW… Mungkin rada norak, tapi gue akuin, bahwa semua spot yang ada di Pahawang WOW BGT… Gue semakin yakin Indonesia itu indah kawan-kawan, setiap sudut negeri ini rasanya tidak mungkin tidak menyimpan keindahan.

Bahkan gue yang berada di atas kapal bisa melihat langsung terumbu karang di dasar laut, dan ikan-ikan berenang kesana kemarin. Mungkin yang masih galau dengan Finding Nemo dan Finding Dori, datang deh ke sini. Gue gak bohong, ikan Nemo dan Dori banyak banget di tempat ini. Gilaa…

Selamat 2 hari 1 malam, tak ada slot waktu yang menurut gue membosankan. Gue melihat sisi lain dari Indonesia di tempat ini. Dengan gugusan pulau-pulau yang ribuan jumlah nya gue yakin tempat yang seperti ini bertaburan di sepanjang perairan Indonesia.

Jujur gue bingung sendiri untuk menceritakan perjalanan kali ini. Gue kehabisan kata untuk menyampaikannya. Gue akan bercerita melalui foto-foto gue dan teman-teman gue.

Bahkan tak terasa trip segera berakhir, hingga hari ketiga masuk kerja, sumpah, gue belum move on dari liburan kali ini. Gue semakin semangat untuk menjelajahi setiap jengkal negeri ini. Indonesia memang selalu punya keindahan untuk diceritakan.

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *