LAWYER TAK HARUS TUKANG DEBAT

Sumber: http://worldartsme.com/

Sumber: http://worldartsme.com/

Gue pribadi gak terlalu suka berdebat. Bahkan sewaktu masih kuliah dulu, gue pernah mundur dari Tim Debat kampus, karena pada dasarnya gue gak bisa berdebat. Dalam beberapa hal, gue suka ngobrol dan suka berbicara, namun untuk berdebat gue gak suka.

Padahal sering orang berpikir, bahwa seorang lawyer itu adalah tukang debat yang ulung, tak mau kalah dan lain sebagainya. Oh belum tentu, memang sebagai lawyer, kita dituntut untuk mampu berbicara baik terhadap klien maupun kepada lawan. Namun bukan berarti hal tersebut langsung disebut pandai berdebat. Kita hanya perlu meyakinkan klien maupun lawan dengan pendapat kita didukung dengan dasar yang kuat.

Gue gak bilang bahwa berdebat itu tidak penting, atau sebuah pekerjaan yang sia-sia. Selama berdebatnya dengan bukti dan dasar hukum yang valid, silahkan berdebat dengan smart. Namun hal yang sering terjadi di lapangan, banyak orang suka berdebat tanpa dasar. Hingga berujung pada debat kusir, yang hanya ingin menang sendiri meskipun tak ada dasar hukumnya. Tentunya sebagai seorang lawyer yang smart, akan menghindari hal yang demikian. Seringkali pula, debat bukan karena siapa yang punya pendapat paling benar, tapi siapa yang paling ngotot dan paling superior.

Jadi orang-orang tak perlu lagi mengatakan, “Iya lah, lawyer pintar debat.” atau, “Gue mau jadi lawyer, tapi gak pintar berdebat.”

Gue sudah menekuni profesi lawyer kurang lebih 4,5 tahun, selama itu pula, gue selalu menghindari debat, apalagi dalam forum-forum diskusi ilmiah. Gue lebih suka dengan sistem diskusi panel yang menurut gue lebih terarah dan sebisa mungkin jauh dari debat kusir.

Jadi sebisa mungkin gue selalu menghindari obrolan yang mengarah pada debat kusir. Gue lebih memilih diam dan mendengar daripada terjun dalam perdebatan yang tak ada habisnya. Dan satu lagi, gue suka dan memegang kata-kata dari George Bernard Shaw, seorang ekonom Irlandia. Dia pernah berkata, “Never wrestle with pigs. You both get dirty and the pig likes it.” Yang artinya, Jangan bergumul dengan babi. Kau akan kotor dan babi menyukainya.

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang advokat muda yang bercita-cita sebagai seorang dosen, dan sering tersesat dalam khayalan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *