AKAN KAH PILKADA DKI BERAKHIR HARI INI?

Sumber Gambar: http://megapolitan.kompas.com

Tepat pada hari ini tanggal 19 April 2017, Pilkada DKI Jakarta putaran kedua dilaksanakan. Banyak orang berharap bahwa hari ini akan terpilih sepasang pemimpin yang benar-benar pilihan rakyat untuk 5 tahun ke depan.

Tidak kita pungkiri, bahwa tensi politik menjelang Pilkada DKI Jakarta, baik dalam putaran pertama maupun putaran kedua, rasanya seperti euforia pemilihan presiden. Banyak yang berpendapat bahwa hal itu sangat wajar karena DKI Jakarta merupakan ibukota Republik Indonesia sehingga sedikit banyak terpengaruh pada arus politik nasional. Namun rasanya pilkada tahun 2017 ini berbeda dengan pilkada sebelum-sebelumnya. Mungkin pilkada tahun 2012 yang lalu, isu rasial dan hoax sudah mulai bertebaran, namun harus diakui bahwa tahun ini adalah yang terparah.

Bagi penduduk DKI Jakarta seperti saya ini, jujur saja, saya sudah lelah dan muak dengan semua hiruk-pikuk pilkada saat ini. Menurut pendapat saya pribadi sedikit banyak demokrasi kita tercoreng dalam pilkada tahun 2017 ini. Tudingan terhadap calon-calon Gubernur dan Wakil Gubernur banyak yang tidak fair. Bukannya mengkiritisi program yang ditawarkan, namun lebih banyak menyerang pribadi si calon. Sayangnya pula, para calon tidak berusaha untuk saling menenangkan para relawan dan simpatisannya. Mereka lebih banyak diam, seolah-olah menikmati setiap hantaman yang ditujukan kepada lawan politiknya, meskipun mereka tahu itu tidak fair.

Yang lebih mengakhawatirkan lagi adalah para simpatisan di arus bawah. Umumnya mereka tidak memeliki pendidikan politik yang memadai, sehingga sedikit banyak tidak dapat menerima perbedaan pandangan politik. Bukan suatu hal yang asing jika di kalangan para pendukung calon, banyak yang akhirnya bermusuhan karena pandangan politik yang berbeda. Sangat disayangkan, sahabat, tetangga bahkan keluarga bisa saling membeci karena kecintaan yang membabi buta terhadap calon gubernur dan calon wakil gubernur idola mereka.

Nah, hari ini secara administrasi pilkada akan berakhir. Namun akan kah itu benar-benar berakhir? Saya rasa sulit. Karena setelah ini, saya yakin, bakal ada gugatan ke MK terkait hasil pilkada. Panjang benar. Ada pula kekhawatiran, bahwa para simpatisan cagub yang kalah tidak akan serta merta menerima kekalahan jagoan mereka.

Tapi meskipun demikian, setidaknya tensi politiknya sedikit calm down. Saya juga berharap, hubungan yang selama ini sempat renggang karena pilkada dapat dieratkan kembali. Prioritas kita adalah persatuan Indonesia, bukan menang atau kalah. Untuk itu mari kita akhiri perdebatan panjang ini, karena siapa pun yang menang dia lah anak bangsa yang terpilih. Selanjutnya mari kita kawal semua program kerjanya dan kritisi secara elegan.

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *