PILIHAN KARIR BAGI SARJANA HUKUM

Sumber Gambar: https://www.events4sure.com

Bagi kamu yang sekarang kuliah di fakultas hukum atau yang sedang bermimpi untuk kuliah di fakultas hukum, atau mungkin yang sekarang lagi nyasar di fakultas hukum, aku yakin bahwa tidak semua dari kalian telah menentukan selepas dari bangku kuliah kalian mau jadi apa? Tenang saja, kalian tidak sendirian kok, saya juga pernah melewati fase itu, karena pada saat saya memilih fakultas hukum di kolom formulis Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dipikiran ku hanya satu, pokok nya lulus di kampus negeri. Memikirkan bakal jadi apa ke depannya, saya belum sedewasa itu pada masa itu.

Setelah menempuh perkuliahan pun tak jarang dari mahasiswa hukum masih gamang dengan mimpinya. Kembali lagi contohnya adalah saya. Di semester awal cita-cita ku adalah seorang hakim. Kemudian berubah di semester 3, ingin menjadi dosen, di detik-detik akhir wisuda cita-cita berubah menjadi seorang advokat. Betapa labil nya saat pada saat itu.

Tapi tenang, lulusan fakultas hukum itu banyak tampungannya kok. Walaupun pada akhirnya saat ini saingannya banyak banget, entah kenapa beberapa tahun terakhir ini fakultas hukum menjadi salah satu fakultas pilihan pavorit calon mahasiswa. Mungkin banyak yang tergiur dengan keglamoran yang dipertontonkan oleh beberapa advokat kaya raya di media sosial. ; )

Oke langsung aja, aku berikan beberapa inspirasi bagi kamu sarjana hukum atau calon sarjana hukum yang ingin mencari pekerjaan selepas dari bangku kuliah.

 

A. HAKIM

Hakim menjadi salah satu pilihan pavorit dari lulusan sarjana hukum, karena kita tahu bahwa hakim dikenal sebagai wakil Tuhan di dunia ini. Banyak lulusan sarjana hukum yang belajar mati-matian agar lulus dalam test penerimaan hakim mahkamah agung. Selain itu, bagi mereka yang memimpikan kehidupan yang nyaman dan terjamin hingga hari tua, hakim menjadi salah satu pilihan yang menarik, karena hakim digolongkan sebagai pegawai negeri sipil atau bahasa kerennya saat ini aparatur sipil negara (ASN).

 

B. JAKSA

Pekerjaan pavorit selanjutnya adalah Jaksa. Sama hal nya dengan Hakim, jaksa juga digolongkan sebagai aparatur sipil negara. Selain sebagai penuntut umum (JPU), jaksa juga dapat bertindak sebagai pengacara negara (JPN) yang artinya ketika negara di gugat secara perdata, jaksa bisa bertindak layaknya seorang pengacara/advokat untuk membela kepentingan negara. Untuk dapat menjadi seorang jaksa, anda harus mengikutin serangkaian test masuk. Bagi para pemuja seragam ala-ala militer, jaksa bisa menjadi pilihan tepat.

 

C. PANITERA

Selanjutnya Panitera, profesi yang satu ini juga cukup menarik. Namun dibutuhkan ketelitian dan ketekunan, karena sebagian besar tugas dan pekerjaan Panitera adalah sebagai sekretaris sidang yang mencatat segala berita acara di dalam persidangan. Umumnya majelis hakim mengandalkan catatan panitera untuk menyusun pertimbangan hukumnya. Jadi buat kalian yang pada saat kuliah malas mencatat dan mendengarkan dosen mengajar, mungkin pekerjaan ini akan sangat menyiksa.

 

D. ADVOKAT

Advokat atau dikenal juga sebagai pengacara atau bisa disebut juga sebagai lawyer. Namun yang jelas menurut undang-undang sebutannya adalah advokat. Mungkin masih sering terdengar di masyarakat, jika seseorang tidak lulus hakim, jaksa atau panitera, biasanya dia akan ubah haluan menjadi advokat. Tidak sepenuhnya benar namun tidak sepenuhnya salah. Karena memang banyak orang yang sudah memendam cita-cita menjadi seorang advokat. Untuk menjadi seorang advokat yang baik, anda harus memiliki public speaking yang baik, kepercayaan diri yang tinggi, kemampuan analisis yang tajam dan mudah bergaul. Konon katanya profesi hukum yang paling banyak duitnya adalah advokat. Tapi jangan jadikan itu patokan.

 

E. NOTARIS

Profesi notaris juga menjadi salah satu pavorit bagi lulusan sarjana hukum. Kebanyakan pekerjaan notaris berkutat pada penerbitan akta dan dokumen-dokumen hukum lainnya. Bagi kalian yang mencintai mata kuliah legal drafting/contract drafting mungkin profesi ini cocok buat kalian. Notaris juga dikenal sebagai Pejabat Publik, karena diangkat dan diberhentikan oleh pejabat publik (pemerintah) untuk melayani kepentingan publik, tapi sayangnya notaris tidak mendapat upah dari negara layaknya seorang pejabat publik lainnya. Mulia sekali bukan.

 

F. LEGAL CORPORATE

Legal Corporate atau biasa juga disebut sebagai legal perusahaan merupakan salah satu pilihan karir yang cukup menjanjikan juga. Hampir semua perusahaan menengah ke atas pasti memiliki divisi legal (hukum), yang artinya lowongan untuk posisi ini terbuka cukup besar. Untuk legal corporate sering juga disebut sebagai legal officer, legal manager, legal analyst. Umumnya pekerjaan mereka adalah mereview kontrak-kontrak yang ada di perusahaan, mewakili perusahaan pada saat terjadi sengketa dan juga memberikan nasihat hukum kepada direksi maupun pemegang saham.

 

G. HUMAN RESOURCE MANAGEMET (HRD)

Sama hal nya dengan Legal Corporate, hampir semua perusahaan besar memiliki divisi HRD. Umumnya divisi HRD diisi oleh lulusan sarjana hukum dan/atau lulusan psikologi. Pekerjaan utama dari HRD adalah melakukan perekrutan dan pemberhentian karyawan. Bagi kamu yang suka mata kuliah hukum kontrak dan hukum ketenagakerjaan, pekerjaan ini mungkin cocok buat kamu.

 

H. DOSEN FAKULTAS HUKUM

Tentu saja profesi yang satu ini tidak asing lagi. Bayangkan jika seorang sarjana hukum tidak ada yang mau jadi dosen, maka seluruh fakultas hukum yang ada di dunia ini akan tutup. Tidak akan ada hakim, jaksa, pengacara, notaris dan profesi hukum lainnya. Yang paling tepat untuk mengisi posisi ini adalah mahasiswa-mahasiswa pintar dan peraih gelar cum laude.

 

I. GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Mungkin tidak banyak yang tahu, tapi dari pengalaman pribadi saya, banyak juga lulusan sarjana hukum yang berprofesi sebagai guru pendidikan kewarganegaraan. Tentu hal tersebut masih sejalan dengan keilmuan seorang sarjana hukum, walaupun masih terdengar agak janggal.

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

3 Respon

  1. anita berkata:

    tulisan yang bagus

  2. Rafif berkata:

    bang boleh minta No WA Nya??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *