PERBEDAAN DASAR KARYAWAN KONTRAK DAN KARYAWAN TETAP

Bagi kamu yang saat ini mungkin seorang jobseeker, atau juga yang sudah bekerja dan bingung sebenarnya statusnya di perusahaan itu sebagai karyawan kontrak atau karyawan tetap. Meskipun seharusnya sebelum seseorang mulai kerja, perusahaan harus memberitahukan kepada si karyawan mengenai statusnya di perusahaan tersebut. Namun itu hanya sebatas teori, faktanya banyak di luar sana perusahaan yang mengabaikan hal-hal tersebut. Sehingga karyawan bingung sendiri akan statusnya.

Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan), karyawan atau pekerja itu dibedakan atas 2 (dua) golongan atau jenis. Pertama pekerja waktu tertentu (PKWT) atau biasa kita kenal dengan karyawan kontrak, dan Pekerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau pegawai tetap.

Secara hukum, kedua golongan pekerja ini memiliki beberapa perbedaan mendasar, baik dilihat dari jenis pekerjaannya, maupun dalam hak-haknya. Mengenai perbedaannya dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

  PKWT PKWTT
Jangka Waktu 2 tahun dapat
diperpanjang 1 tahun (Pasal 59 ayat (4))  
Tidak ada batas
waktu
Jenis Pekerjaan pekerjaan yang sekali selesai atau yang
sementara sifatnya;

pekerjaan yang
diperkirakan
penyelesaiannya
dalam waktu yang
tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga)
tahun;

pekerjaan yang
bersifat musiman;
atau

pekerjaan yang
berhubungan dengan
produk baru, kegiatan baru, atau produk
tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.  
Tidak ada yang
spesifik
Perjanjian Kerja Harus Tertulis
(kontrak kerja)
Tertulis atau lisan
(SK Pengangkatan
Karyawan / Perjanjian Kerja)  
Masa Percobaan Tidak mengisyaratkan masa percobaan Dapat melaksanakan masa percobaan
paling lama 3 (tiga)
bulan  
Apabila Terjadi Pemutusan Kerja Apabila salah satu
pihak mengakhiri
hubungan kerja
sebelum berakhirnya
jangka waktu yang
ditetapkan dalam
perjanjian kerja
waktu tertentu, atau
berakhirnya hubungan kerja bukan karena
meninggal dunia atau berakhirnya kontrak,
pihak yang mengakhiri hubungan kerja
diwajibkan
membayar ganti rugi
kepada pihak lainnya
sebesar upah pekerja/
buruh sampai batas waktu berakhirnya
jangka waktu
perjanjian kerja. (Pasal 62)
Apabila Pekerja
mengundurkan diri
(resign), Pekerja
berhak mendapatkan
uang penggantian
hak (Pasal 162 ayat (1));  

Apabila pekerja di
PHK oleh perusahaan, pekerja berhak
mendapatkan
Pesangon, uang
penghargaan masa
kerja dan uang
penggantian hak (Pasal 156).

Dari uraian di atas, maka secara jelas dapat dilihat perbedaan yang sangat mendasar antara pekerja kontrak (PKWT) dengan pekerja tetap (PKWTT). Sehingga bagi pembaca yang sedang mencari kerja dapat menjadikan uraian di atas sebagai bahan pertimbangan.

Untuk pembaca, yang hendak berkonsultasi secara langsung dengan lawyer kami, dapat menghubungi dan mengatur jadwal pertemuan melalui email di thestresslawyer(at)gmail.com

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *