KENALI HAK MU SEBELUM DI PHK

Sumber:
sindonews.com

Bagi seorang yang sedang bekerja, tentu tidak pernah berharap untuk di PHK oleh perusahaan. Apalagi jika PHK tersebut dilakukan tanpa alasan yang jelas dan sesuai hukum.

Namun sebagai seorang karyawan, tentu seseorang bisa saja bertemu dengan nasib sialnya. Bagaimana seandainya kesialan itu datang kepada anda, dan karena panik anda tidak tahu harus bagaimana, sehingga menerima saja apa yang ditawarkan oleh perusahaan, padahal patut diketahui bahwa yang ditawarkan tersebut tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

PHK atau pemutusan hubungan kerja menurut Pasal 1 angka 25 Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja/buruh dan pengusaha.

Apabila anda di PHK anda harus mengerti apa yang menjadi hak anda. Jika anda seorang pegawai kontrak dan kontrak anda belum berakhir namun perusahaan memberhentikan anda, maka sesuai ketentuan Pasal 62 UU Ketenagakerjaan, anda berhak mendapatkan ganti rugi sejumlah sisa kontrak anda. Untuk jelasnya dapat dilihat dalam ketentuan Pasal 62 UU Ketenagakerjaan yang berbunyi:

Apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu, atau berakhirnya hubungan kerja bukan karena ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1), pihak yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja.”

Berbeda lagi jika status anda adalah pegawai tetap atau pekerja waktu tidak tertentu. Jika anda mengalami PHK, anda berhak mendapatkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak. Hal ini dapat dilihat dalam ketentuan Pasal 156 UU Ketenagakerjaan, yang selengkapnya menyatakan sebagai berikut:

“(1)  Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.

(2) Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) paling sedikit sebagai berikut:

a.   masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;

b.   masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2 (dua) bulan upah;

c.   masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3 (tiga) bulan upah;

d.   masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun, 4 (empat) bulan upah;

e.   masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun, 5 (lima) bulan upah;

f.   masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6 (enam) bulan upah;

g.   masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun, 7 (tujuh) bulan upah.

h. masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun, 8 (delapan) bulan upah;

i.    masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.

(3) Perhitungan uang penghargaan masa kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan sebagai be-rikut :

a.   masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 2 (dua) bulan upah;

b. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun, 3 (tiga) bulan upah;

c.   masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (dua belas) tahun, 4 (empat) bulan upah;

d.   masa kerja 12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima belas) tahun, 5 (lima) bulan upah;

e.   masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 (delapan belas) tahun, 6 (enam) bulan upah;

f.   masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua puluh satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;

g.   masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 (dua puluh empat) tahun, 8 (delapan) bulan upah;

h.   masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih, 10 (sepuluh ) bulan upah.

(4)  Uang penggantian hak yang seharusnya diterima sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi :

a.   cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;

b.   biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ketempat dimana pekerja/buruh diterima bekerja;

c.   penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima belas perseratus) dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat;

d. hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.”

Dari uraian di atas, tentunya anda sudah mendapatkan gambaran jelas mengenai hak-hak apa saja yang akan anda dapatkan sekiranya mengalami PHK dari perusahaan.

Untuk konsultasi lebih jauh mengenai hukum ketenagakerjaan dapat membuat jadwal pertemuan dengan tim lawyer kami melalui email di: thestresslawyer(at)gmail.com

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *