KETIKA SENJA TIBA

Dari rasa cinta itu aku memulai sebuah kerinduan,
Sebuah kerinduan yang aku tidak mengerti.
Ketika alam-alam bernyanyi syahdu,
Burung-burung senja terbang kesarang,
Diantara sela-sela senja yang temaran
Seraut wajah pucat melirik dari sudut jendela.
Lambaian daun-daun yang tertiup belaian angin senja
Begitu saja menerpa wajahnya demikian mesra.
Sosok gelap yang berdiri di belakangnya
Merangkul begitu erat tubuh mungilnya.
Aku berdiri di puncak bukit yang begitu tinggi
Dalam kecemburuan aku meratap menatap wajah pucat itu.
Aku bersembunyi dibalik bayang-bayang
Memandang tak kuasa dengan segala egoku.
Sementara tubuh pucat dan sosok gelap kian dekat
Mesra dan kian menyatu.
Bukit-bukit terjal tempat ku berpijak runtuh ke dasar,
Aku terpaku tak kuasa dalam diam ku.
Wajah pucat itu terdiam aku terpana
Namun sosok gelap itu semakin liar.
Api cemburuku kian membahana
Membakar sendi-sendi tulang ku.
Tapi aku sadar,,
Wajah pucat itu begitu damai bersamanya.
Dan aku juga sadar aku hanya bisa merindukannya
Menatapnya saat wajahnya muncul di balik jendela
Ketika senja telah tiba.

 47 total views

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *