SENJA DI TARUTUNG

Aku terpana dengan bias warna senja

Yang lembut datang menyapa di balik kegelisahanku.

Saat angin lembah berhembus ke barat

Datanglah berita dari timur

Segerombol bangau sawah menerobos angkasa

Mengucap salam pada Sang Sabda.

Daun-daun tusam yang basah oleh embun yang turun

Menetes membasahi bumi yang semakin tua

Semburat lukisan abadi menodai angkasa

Bersama hadirnya temaran merah merekah

Yang menyelinap dibalik indahnya kombinasi warna pelangi.

Saat aku tersadar dari apa yang disebut mimpi

Aku menikmati senja ini dipelukan bunda.

Setelah waktu yang berlari membawaku jauh

Kini aku merindukan semua warna indahnya,

Saat aku jauh kupandangi senja yang lain di negeri seberang

Tak seindah senja di Tarutung

Ternyata aku telah rindu

Rindu melihat senja di Tarutung.

 

 116 total views

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tidak Ada Respon

  1. reallylife berkata:

    hem, memang sekarang tinggal di mana?
    coba sharing di bloggersumut soal tarutung sapa tau bisa mengobati kerinduan

  2. irwans berkata:

    kok jauhnya dari semarang memandang senjanya tangsi tarutung?
    apa masih ada bayang-bayang kuningnya tampak diatas sirene tarutung !
    karena itulahlah barat sentuhan senja tarutungnya bila kita pandang dari
    partali julu yakan tulang !

  3. hutabarat berkata:

    ha…ha…ha….

    kan marangan-angan….

    ber….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *