WFH: ANTARA WORK FROM HOME ATAU WORK FROM HEART

Sejak pandemic Corona Virus (Covid-19) menyebar di Indonesia, pemerintah Indonesia mengajurkan masyarakat untuk kerja dari rumah atau Bahasa kerennya Work Form Home (WFH). Bagi saya sendiri WFH ini bukan hal baru. Sebelum corona ada, di kantor kami system WFH ini sudah ada, namun sebutannya working at home, dan saya sudah beberapa kali melakukan working at home.

Sejak himbauan WFH itu diumumkan, Sebagian besar kantor baik swasta maupun pemerintah menerapkan WFH. Kantor kami tentunya, sebagai kantor yang berkomitmen untuk melindungi karyawannya telah melakukan WFH sejak corona dinyatakan ditemukan di Indonesia. Jadi kami telah WFH lebih dulu dari himbauan pemerintah.

Jika di hitung-hitung, saya sudah melaksanakan WFH hampir 2 bulan. Jika ditanya bagaimana perasaannya? Jelas bosan, karena saya harus kerja sendiri tanpa interaksi dengan orang lain. Di kantor setidaknya saya masih bisa ngobrol dengan manusia-manusia penghuni kantor.

Karena WFH ini, rutinitas pagi saya adalah menyalakan laptop, sambungkan ke internet lalu melaksanakan Daily Cek In Meeting sebagai pengganti absensi. Kita mengupdate pekerjaan berdasarkan list yang telah ditentukan di Microsoft Planner. Calender Schedule di email penuh dengan jadwal conference call dengan tim ataupun dengan klien.

wFH juga membuat load pekerjaan menjadi semakin banyak. Saya tidak tau bagaimana itu bisa terjadi. Walaupun sebenarnya sesuatu yang perlu disyukuri karena masih ada pekerjaan untuk dikerjakan, yang artinya kantor masih dapat bertahan di tengah kondisi sulit ini.

Sering menjadi bahan candaan kami sesama associate, “ini WFH – work from home atau work from heart sih? Kok gue kerjanya sampai ke weekend ya. Jadi gak bisa bedain gue.” Tapi memang itu lah efek samping dari WFH. Saya sendiri pernah sampai lupa hari dan tanggal. Saya mengira masih hari selasa, ternyata sudah hari kamis karena tiba-tiba legal secretary mengingatkan bahwa 1 jam lagi akan ada conference call dengan klien. Tentu saja saya kelabakan untuk mempersiapkan bahan meeting.

WFH sebenarnya menyenangkan jika dilakukan sesekali, tapi jika dilakukan dalam waktu yang cukup lama, bagi saya pribadi kurang bisa menikmati. Semoga virus ini segera selesai dan keadaan bisa normal Kembali.

 188 total views

The Stress Lawyer

Penulis adalah seorang lawyer muda di Jakarta, punya cita-cita menjadi seorang akademi dan terkadang tersesat dalam imajinasi sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai

4 Respon

  1. MuL berkata:

    He heee.. salam WFH brother. Kita nikmati saja, semoga ujian ini cepat berlalu. Amin

    Mampir ke blog kami, bro.
    Trims

  2. Tatang Tox berkata:

    Saya juga merasakan hal yang sama. Ini katanya WFH tapi kok malah jam kerjanya lebih lama yak? Akhirnya ya sudahlah, Work From Home akhirnya diganti Work From Heart aja… :mrgreen:

    • The Stress Lawyer berkata:

      Iya nih mas, tapi kita patut bersyukur mas di masa sulit ini kita masih memiliki pekerjaan. kasian karyawan2 yang kena PHK. mudah2an Corona cepat berlalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *